Temanggung (Humas) – Upacara dan tabur bunga di makam para pejuang awal kemerdekaan RI yang berada di area makam Raden Trenggono Kusumo, Desa Muneng, Kecamatan Candiroto, berlangsung khidmat pada Minggu (16/8) pukul 07.30 WIB.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran Muspika, KUA dan penyuluh agama Kecamatan Candiroto, perwakilan sekolah, serta tokoh masyarakat. Hadir pula Camat Candiroto dan Danramil Candiroto. Kapolsek Candiroto bertindak sebagai pembina upacara, sementara paduan suara dari SDN 1 Gunungpayung turut mengiringi jalannya upacara.
Usai upacara, peserta melaksanakan tabur bunga dan mengirimkan doa kepada arwah para pahlawan yang dimakamkan di area tersebut. Dua di antaranya adalah Muh. Bakri, penghulu KUA Candiroto, dan A. Saman, ketip, yang gugur pada 23 Februari 1949 ketika dalam perjalanan pulang setelah melaksanakan tugas pencatatan nikah. Dalam perjalanan, keduanya dihadang oleh pasukan NICA dan gugur dalam peristiwa tersebut.
Dalam prosesi tersebut, Bambang, perwakilan keluarga Muh. Bakri, turut hadir dan melakukan prosesi penyiraman air di atas makam Muh. Bakri dan A. Saman. Air yang digunakan diambil dari sumur yang menurut sejarah setempat dahulu digunakan untuk menyepuh bambu runcing. Muh. Bakri sendiri diketahui merupakan putra menantu KH Subuki/Subchi dari Parakan, salah satu tokoh yang memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan bambu runcing di Parakan.

Kehadiran keluarga menambah suasana haru dalam prosesi penghormatan tersebut. Bambang menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan turut mendoakan serta mengenang jasa para pejuang yang gugur.
Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama di aula Kantor Desa Muneng.








