Temanggung (Humas) – Dalam rangka memastikan program bimbingan masyarakat dan pendidikan keagamaan Katolik berjalan sesuai dengan regulasi, efisien, dan tepat sasaran di Kantor Kementerian Agama Kab. Temanggung, Bimas Katolik Kantor Wilayah Kemenag Prov. Jateng mengadakan kunjungan ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Selasa (10/02/2026).
Rombongan dipimpin oleh Bapak Stephanus dan terdiri dari 6 orang tim Kanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah, serta 3 orang perwakilan dari Bank Mandiri. Kunjungan tersebut dalam rangka verifikasi pembuatan rekening guru penerima insentif Guru Pendidikan Agama Katolik yang bersumber dari Provinsi Jawa Tengah. Rombangan diterima oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Temanggung yang diwakili Penyelenggara Katolik Petrus Rudiatmoko.
Dalam kegiatan verifikasi tersebut, guru Pendidikan Agama Katolik yang hadir adalah Ghebre Mikaela Gracia Fonta Lourdista dan Maria Bernardetta Meidiana. Verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian data guru penerima insentif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tim dari Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa guru yang berhak menerima insentif adalah guru yang aktif dan terdaftar dalam aplikasi SIMPATIKA. Keaktifan data menjadi persyaratan utama dalam proses penyaluran insentif.
Sementara itu, Penyelenggara Katolik, Petrus Rudiatmoko menyampaikan kondisi faktual di lapangan, khususnya terkait ketersediaan tenaga pendidik Agama Katolik. Beliau menegaskan bahwa masih terdapat kekosongan tenaga pendidik, namun pelayanan pendidikan agama kepada peserta didik harus tetap berjalan.
“Di lapangan, kebutuhan guru sangat nyata. Peserta didik harus tetap terlayani, namun saat ini anggaran untuk guru tamu sudah tidak tersedia, sehingga hal tersebut menjadi persoalan yang dihadapi,” ujarnya.
Melalui kunjungan dan verifikasi ini, diharapkan terjalin sinergi dan kesamaan pemahaman antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah dalam pelaksanaan kebijakan insentif guru Pendidikan Agama Katolik serta menjadi bahan evaluasi terhadap tantangan di lapangan. Disamping itu, kunjungan ini juga untuk memantau efektivitas bimbingan dan penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh Agama Katolik di tengah masyarakat, Memastikan penyuluh agama Katolik menyampaikan pesan-pesan yang inklusif, toleran, dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Jawa Tengah.(k/r)






