Temanggung (Humas) – Kelompok Kerja Kepala Madrasah Aliyah (KKMA) menyelenggarakan kegiatan Penguatan Implementasi Kegiatan Kurikulum Madrasah (KMA 1503 Tahun 2025) selama tiga hari mulai dari Senin 22/12/2025 hingga Rabu (24/12/2025) mendatang. Kegiatan ini bertempat di Aula Pertemuan MAN Temanggung, Senin (22/12/2025).
Peserta kegiatan ini adalah Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum dan tim pengembang Kurikulum madrasah dari seluruh Madrasah Aliyah di Kabupaten Temanggung. Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Fatchur Rochman.
Dalam sambutannya Kepala Kankemenag Temanggung menyampaikan KMA 1503 Tahun 2025 bukan hanya perubahan administratif, tetapi merupakan langkah strategis dalam transformasi kurikulum madrasah. Dengan pendekatan pembelajaran mendalam dan kurikulum berbasis cinta, madrasah di Indonesia diharapkan mampu mencetak generasi berakhlak mulia, berilmu dan siap bersaing di tingkat global.
Kakankemenag mengajak seluruh insan madrasah untuk menyikapi perubahan sebagai sesuatu yang niscaya. Beliau menekankan bahwa konsep Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBC) menjadi kunci utama dalam KMA baru.
“Yang utama adalah bagaimana kita sebagai guru, sebagai kepala madrasah, sebagai pengawas harus beradaptasi dan cepat menyesuaikan dengan perubahan,” katanya.
Selanjutnya Fatchur Rochman mengingatkan bahwa seluruh kebijakan madrasah harus berlandaskan regulasi resmi.
“Apapun yang kita lakukan di madrasah tentu by regulasi,” ujarnya. Sosialisasi ini menjadi langkah konkret Kemenag dalam memastikan kurikulum baru dapat diimplementasikan secara seragam dan berdampak bagi peningkatan kualitas pendidikan madrasah di seluruh Indonesia.
Materi yang disampaikan meliputi penguatan KMA 1503 Tahun 2025 yang disampaikan oleh H. Juair selaku Ketua Tim Kerja Kurikulum dan Evaluasi Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, serta materi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), pengelolaan kokurikuler dan ekstrakurikuler dan pembelajaran mendalam beserta asesmennya. Para peserta juga mengikuti praktik penyusunan kegiatan kokurikuler dan modul ajar pembelajaran mendalam berbasis KBC yang dipandu oleh Shofar Sholahudin Bisri dan Ameliasari Tauresia Kesuma. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap madrasah mampu mengimplementasikan kebijakan kurikulum madrasah secara optimal di satuan pendidikan masing-masing. (rw)







