Temanggung (Humas) – MAN Temanggung menyelenggarakan Lokakarya Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H bertempat di Aula MAN Temanggung. Kegiatan diikuti dari Unsur Pimpinan MAN Temanggung, Guru PAI MAN Temanggung, Guru Fiqih MA se-Kabupaten Temanggung, Guru PAI SMA/SMK se-Kabupaten Temanggung, Seksi BIMAS Kankemenag Kabupaten Temanggung, serta Penyuluh Agama Islam Fungsional se-Kabupaten Temanggung, Selasa (27/1/2026).
Dalam sambutannya Kepala MAN Temanggung, H. Ali Masyhar menekankan pentingnya ketepatan dan kesepahaman dalam penyusunan jadwal imsakiyah sebagai pedoman ibadah umat Islam. Beliau menegaskan pentingnya keseragaman jadwal imsakiyah sebagai pedoman umat. “Jadwal imsak dari Kemenag diharapkan dapat menciptakan kondusifitas dan kenyamanan beribadah bagi masyarakat kabupaten Temanggung, sehingga pelaksanaan ibadah puasa dapat berjalan dengan tertib dan penuh kekhusyukan,” ungkapnya.
Selanjutnya rapat koordinasi ini dilaksanakan dalam rangka menyusun jadwal imsakiyah Ramadhan 1447 H yang akan menjadi pedoman resmi bagi masyarakat Temanggung dalam menjalankan ibadah puasa. Kegiatan ini menjadi forum musyawarah lintas unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, tokoh organisasi kemasyarakatan hingga para ahli falaq untuk menghasilkan jadwal imsakiyah yang dapat diterima secara bersama.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, Ihya Muhsin, yang mengapresiasi kolaborasi MAN Temanggung dengan UIN Salatiga dalam penguatan kajian keislaman yang moderat dan berbasis ilmiah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama antara UIN Salatiga dan MAN Temanggung, sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Acara pembukaan ditutup dengan doa.
Memasuki kegiatan inti, lokakarya menghadirkan dua narasumber, yaitu K.H. Drs. Abdul Basit, seorang aktivis Nahdlatul Ulama dan A. R. Sugeng Riadi dari Muhammadiyah.
Kedua narasumber menyampaikan materi mengenai penentuan jadwal imsakiyah Ramadhan 1447 H berdasarkan perspektif masing-masing organisasi, dengan menyertakan rujukan ilmiah yang jelas, baik dari kajian fiqih maupun astronomi Islam.
Meskipun memiliki sudut pandang yang berbeda, penyampaian materi berlangsung dalam suasana dialogis, ilmiah dan toleran, sehingga memberikan wawasan yang komprehensif bagi peserta. Diskusi yang berkembang menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjaga ukhuwah dan memberikan pedoman ibadah yang terbaik bagi masyarakat. “Melalui lokakarya ini, diharapkan terwujud kesepahaman bersama dalam penyusunan jadwal imsakiyah Ramadhan 1447 H serta semakin menguatkan sikap saling menghargai perbedaan pendapat demi kemaslahatan umat, “ harapnya.(ana)





