Temanggung (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti lapangan basket MTs Negeri 1 Temanggung. Seluruh murid, guru, dan pegawai berkumpul untuk melaksanakan upacara bendera rutin yang dirangkai dengan acara pelantikan Pengurus OSIS Masa Bakti 2026, Senin (26/01/2026).
Prosesi pelantikan dimulai setelah pembacaan teks UUD ’45. Pengurus OSIS lama secara simbolis menyerahkan estafet kepemimpinan kepada pengurus baru di hadapan seluruh peserta upacara. Pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh H. Muh. Nursahid selaku Kepala MTsN 1 Temanggung.
Dalam amanatnya Kepala Madrasah, Muh Nursahid menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus OSIS yang baru saja dilantik. Beliau menekankan pentingnya keteladanan, komunikasi, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama sebagai kunci utama dalam menjalankan roda organisasi di lingkungan madrasah. Nursahid juga berharap agar kepengurusan baru mampu membawa perubahan positif yang dapat meningkatkan kedisiplinan, prestasi dan citra madrasah diberbagai bidang.
“Pengurus yang baik adalah mereka yang tidak hanya memimpin, tetapi juga memberikan contoh nyata dalam sikap dan tindakan. Kami berharap OSIS periode ini dapat menciptakan program-program inovatif yang bermanfaat bagi seluruh siswa,” ujarnya.
Selanjutnya ia menyampaikan bahwa pergantian pengurus OSIS bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan wadah pembelajaran kepemimpinan yang nyata. Beliau menekankan pentingnya integritas dan semangat melayani bagi para pengurus yang baru dilantik.
Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa saat ini MTsN 1 Temanggung tengah menjadi pusat perhatian di tingkat provinsi. Hal ini tidak lepas dari capaian prestasi gemilang yang baru saja diraih, yakni medali perak dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
“Momentum ini digunakan beliau untuk memotivasi seluruh murid agar terus konsisten mengukir prestasi, sekaligus sebagai wujud implementasi dari jargon madrasah ‘Terbang Tinggi Penuh Prestasi,” harapnya. Melalui kegiatan ini, MTsN 1 Temanggung menunjukkan komitmen yang mendalam terhadap penanaman nilai-nilai nasionalisme di lingkungan pendidikan. Integrasi antara upacara bendera dan pelantikan organisasi kesiswaan ini membuktikan bahwa madrasah tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual dan spiritual, tetapi juga pada pembentukan karakter cinta tanah air. (mf)





