Temanggung (Humas) – MTs Negeri 1 Temanggung menyelenggarakan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilkaos) sebagai bentuk penerapan pembelajaran demokrasi bagi siswa, Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga madrasah, termasuk siswa, guru dan tenaga kependidikan, dengan mengadaptasi mekanisme pemilihan umum (pemilu) secara nyata.
Dalam pelaksanaan Pilkaos tersebut, panitia dibentuk menyerupai KPPS dan terlebih dahulu dilantik secara resmi. Setiap siswa yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) menerima surat undangan memilih. Surat undangan tersebut ditukarkan di meja KPPS untuk memperoleh kartu suara, yang selanjutnya digunakan untuk melakukan pencoblosan di bilik suara. Setelah mencoblos, kartu suara dimasukkan ke dalam kotak suara yang telah disediakan, sehingga terdapat kesesuaian antara jumlah DPT, pemilih hadir, dan hasil perolehan suara.
Kepala MTsN 1 Temanggung, Muh. Nursahid, menyampaikan bahwa kegiatan Pilkaos merupakan pesta demokrasi di lingkungan madrasah yang memiliki nilai edukatif.
“Pilkaos ini menjadi pesta demokrasi di madrasah sebagai sarana latihan dan pengalaman nyata bagi siswa dalam menggunakan hak suara secara bertanggung jawab, jujur dan tertib, sebagaimana proses pemilu yang sesungguhnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini dapat dijadikan sebagai sarana untuk melatih peserta didik untuk berani mengungkapkan pendapatnya kepada khalayak dan diharapkan kepada Calon Ketua Osis terpilih mampu menjadi sosok pemimpin yang memberikan contoh baik untuk sekitarnya.
“Setiap peserta didik diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik, sehingga tidak ada kecurangan dalam proses pemilihan Ketua OSIS ini,” ujarnya.
Proses pemilihan berlangsung tertib, aman dan lancar. Panitia memberikan pendampingan kepada pemilih yang masih memerlukan penjelasan tata cara pencoblosan. Dari 1.032 pemilih tetap, tercatat 923 pemilih hadir, dengan 866 suara sah dan 57 suara tidak sah. Berdasarkan hasil penghitungan suara, pasangan Saflora (Paslon 2) memperoleh suara terbanyak dengan 473 suara, disusul pasangan Lawara (266 suara) dan Lunora (127 suara). Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan pengalaman langsung tentang praktik demokrasi sebagai bekal partisipasi warga negara di masa depan. (mf)





