Temanggung (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung menggelar Upacara Bendera dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut berlangsung khidmat di halaman MAN Temanggung, Sabtu (3/1/2026).
Upacara diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Penyuluh Agama, Kelompok Kerja Madrasah (KKM), Kelompok Kerja Guru (KKG), Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), serta unsur terkait lainnya. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan seluruh elemen Kementerian Agama dalam memperingati Hari Amal Bakti ke-80.
Petugas upacara berasal dari ASN Kementerian Agama Kabupaten Temanggung yang mewakili berbagai satuan kerja. Pelibatan lintas unit tersebut mencerminkan soliditas, sinergi, dan semangat kebersamaan dalam menyukseskan peringatan HAB.
Upacara diawali dengan pembacaan sejarah singkat Kementerian Agama Republik Indonesia. Disampaikan bahwa Kementerian Agama resmi dibentuk pada 3 Januari 1946 sebagai hasil kompromi politik untuk menjamin kemerdekaan beragama sesuai amanat Pasal 29 UUD 1945. Kementerian ini didirikan untuk menyatukan urusan keagamaan yang sebelumnya tersebar di berbagai departemen, dengan H.M. Rasjidi sebagai Menteri Agama pertama, serta berfungsi sebagai jalan tengah dalam menjaga persatuan bangsa dan pelayanan urusan keagamaan oleh negara.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung, Ripto Susilo, yang mewakili Bupati Temanggung Agus Setyawan. Dalam amanatnya, Ripto Susilo membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.
Menteri Agama menegaskan bahwa peringatan HAB ke-80 tahun 2026 mengangkat tema kerukunan sebagai energi kolaboratif untuk kemajuan bangsa melalui kerja nyata yang berdampak serta transformasi layanan digital. Ia juga menyoroti tantangan era Artificial Intelligence (AI) dan kondisi VUCA, di mana ASN Kementerian Agama didorong memiliki kedaulatan AI dengan mengisi algoritma masa depan melalui konten keagamaan yang otoritatif, moderat, dan mencerahkan, sehingga AI menjadi sarana pemersatu yang menjunjung nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyerahan Satya Lancana Karya Satya kepada empat ASN Kementerian Agama Kabupaten Temanggung yang telah mengabdi selama 20 hingga 30 tahun, yang diserahkan langsung oleh Pembina Upacara. Selain itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Fatchur Rochman, juga menyerahkan Penghargaan Madrasah Adiwiyata sebagai bentuk apresiasi atas komitmen madrasah dalam pelestarian lingkungan. (al)








