Temanggung (Humas) – Upaya peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan kompetensi guru terus dilakukan oleh MTsN 2 Temanggung. Salah satunya melalui Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning yang digelar di aula madrasah, Kamis (14/08/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 52 guru MTsN 2 Temanggung dengan antusiasme tinggi, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan dan berorientasi pada penguatan karakter siswa.
Kepala MTsN 2 Temanggung, Khamim Fardhol, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi para guru dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta dan deep learning. Menurutnya, banyaknya referensi terkait kedua konsep ini baik yang diperoleh dari sumber digital maupun non digital perlu diolah secara tepat agar pelaksanaannya sejalan dengan visi dan misi madrasah.
“Kurikulum berbasis cinta mengedepankan nilai kasih sayang, kepedulian dan penghargaan terhadap potensi setiap peserta didik. Sedangkan deep learning menekankan pada pembelajaran yang mendalam, berorientasi pada pemahaman konsep dan penguatan keterampilan berpikir kritis. Kedua konsep ini harus berjalan beriringan dalam praktik pembelajaran di kelas,” jelasnya.
Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Ahmad Sugijarto. Dalam arahannya, beliau mengajak para pendidik untuk tidak kaget menghadapi dinamika perubahan, khususnya dalam bidang kurikulum.
“Jangan kaget dengan segala perubahan, apalagi perubahan kurikulum. Kita harus senantiasa siap beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, sehingga pembelajaran di madrasah tetap relevan dan berkualitas,” pesannya.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa benang merah dari deep learning atau pembelajaran mendalam adalah mengembalikan karakter pendidikan anak pada esensinya serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
“Pembelajaran mendalam bukan sekadar menghafal atau mengejar target nilai, tetapi bagaimana anak kembali memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia dan merasa senang ketika belajar. Jika anak senang, maka proses belajarnya akan lebih bermakna,” imbuhnya.
Sebagai narasumber utama, Ibu Anik Yuliani, selaku Pengawas Madrasah Tsanawiyah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, memaparkan konsep dan strategi implementasi kurikulum berbasis cinta dan deep learning. Dalam materinya, beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap, sehingga pembelajaran menjadi lebih humanis, interaktif dan berdampak jangka panjang bagi perkembangan peserta didik. Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan seluruh pendidik MTsN 2 Temanggung mampu menerapkan kurikulum berbasis cinta dan deep learning secara konsisten, sehingga pembelajaran di madrasah tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (ma)





