Temanggung (Humas) – MAN Temanggung menyelenggarakan kegiatan kokurikuler berupa pendalaman materi ibadah bagi peserta didik kelas X, XI, dan XII pada Jumat (12/12/2025) hingga Sabtu (13/12/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya penguatan pemahaman dan praktik ibadah peserta didik sesuai tuntunan syariat Islam, sekaligus sebagai pendamping pembelajaran intrakurikuler Pendidikan Agama Islam di kelas, Jum’at(12/12/2025).
Kepala Madrasah, H. Ali Masyhar dalam sambutannya menegaskan bahwa projek kokurikuler harus memberikan dampak nyata bagi peserta didik.
“Melalui penguatan kegiatan kokurikuler, diharapkan dapat menumbuhkan semangat peserta didik pendalami materi Ibadah sehingga dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari serta memperkuat karakter peserta didik yang agamis,” ujarnya.
Pihak madrasah juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendapat tanggapan positif dari peserta didik dan guru karena memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, peserta didik mendapatkan pembelajaran mendalam mengenai berbagai materi ibadah, mulai dari bersuci (thaharah), pelaksanaan shalat fardhu, shalat jamak dan qashar, hingga tata cara penyelenggaraan shalat jenazah. Materi disampaikan secara sistematis, tidak hanya melalui penjelasan teoritis, tetapi juga disertai praktik langsung agar siswa mampu memahami dan mengamalkan ibadah dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kokurikuler ini dibimbing oleh para guru Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab MAN Temanggung yang berkompeten dibidangnya. Para pemateri memberikan arahan, contoh, serta pendampingan kepada peserta didik dengan pendekatan edukatif dan aplikatif, sehingga suasana pembelajaran berlangsung aktif, tertib dan penuh antusiasme. “Melalui kegiatan pendalaman materi ibadah ini, diharapkan peserta didik MAN Temanggung memiliki pemahaman yang lebih kuat serta keterampilan praktik ibadah yang baik dan benar. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran beragama, kedisiplinan, serta karakter religius sebagai bekal peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya. (rw)





