Temanggung (Humas) – Penyuluh Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung Sudiyati melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) kepada anak-anak dalam program bimbingan belajar (Bimbel) di Vihara Kassapa, Dusun Jamusan, Kecamatan Jumo, pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Toleransi terhadap Kearifan Lokal di Indonesia” sebagai upaya menanamkan nilai-nilai moderasi beragama dan penghargaan terhadap keberagaman budaya sejak usia dini.
Kegiatan Bimluh dilaksanakan melalui kerja sama dengan Ehipassiko Foundation serta didukung oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAB Raden Wijaya Wonogiri. Sinergi tersebut menghadirkan suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan melalui penyampaian materi, diskusi, permainan edukatif, serta berbagai aktivitas yang mendorong anak-anak untuk memahami pentingnya hidup rukun dalam masyarakat yang majemuk.
Dalam penyuluhan, anak-anak diajak mengenal bahwa Indonesia memiliki beragam suku, budaya, bahasa, dan tradisi yang merupakan kekayaan bangsa. Dari perspektif ajaran Buddha, sikap menghargai perbedaan merupakan wujud praktik cinta kasih (mettā), kasih sayang (karuṇā), serta penghormatan terhadap sesama. Oleh karena itu, generasi muda Buddhis diharapkan mampu menjaga dan melestarikan kearifan lokal tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur Dhamma.
Penyuluh Agama Buddha Kankemenag Kabupaten Temanggung menyampaikan bahwa penanaman karakter toleran sejak dini menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang terbuka, bijaksana, dan mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Melalui kolaborasi antara Penyuluh Agama Buddha, Ehipassiko Foundation, dan tim KKN STAB Raden Wijaya Wonogiri, diharapkan program ini dapat memperkuat karakter generasi muda Buddhis yang cinta budaya, menjunjung tinggi toleransi, serta berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kerukunan bangsa.




