Temanggung (Humas) – Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Temanggung menggelar kegiatan Ngopi Arabika Bareng Penyuluh di Omah Kebon Resto, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Muhammad Soleh Mubin, Kepala Seksi Bimas Islam, Sasmito, Ketua Pokjaluh Provinsi Jawa Tengah, Mahsun, dan Ketua Pokjaluh Kabupaten Temanggung, Agus Efendi serta seluruh penyuluh agama Islam se-Kabupaten Temanggung.
Kegiatan menjadi ruang koordinasi dan evaluasi program kepenyuluhan sekaligus memperkuat komunikasi antara pimpinan dan para penyuluh. Dalam kesempatan tersebut, Agus Efendi menyampaikan overview kegiatan Pokjaluh Kabupaten Temanggung, termasuk struktur organisasi, jumlah anggota, serta berbagai program kerja internal dan eksternal. Pokjaluh Temanggung tercatat memiliki 114 anggota yang terdiri atas 15 PAIF dan 96 PPPK.
Program kerja Pokjaluh mencakup penguatan kapasitas SDM, advokasi anggota, penerbitan buletin khutbah, bimbingan dan penyuluhan melalui media, silaturahmi anggota, serta berbagai program eksternal seperti respons persoalan keagamaan, Program UMMAT, sekolah moderasi remaja, bina mualaf, kerukunan umat beragama, bina rohani instansi, hingga bimbingan remaja usia sekolah.
Kepala Seksi Bimas Islam, Sasmito, menyampaikan apresiasi atas kinerja para penyuluh yang selama ini telah berkontribusi dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Ia mengingatkan agar penyuluh terus mengikuti perkembangan informasi dan digitalisasi sehingga pelaksanaan tugas semakin adaptif dan memberikan dampak nyata.
Sasmito juga mendorong penyuluh untuk meningkatkan kedisiplinan dalam pelaporan, termasuk pengisian Elektronik Penyuluh Agama Islam (E-PA), serta memperkuat pemanfaatan teknologi dalam mendukung tugas kepenyuluhan. Ia berharap program GEBER MAS dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengedepankan nilai kebersihan lahir, penyucian diri, dan penguatan aktivitas keagamaan di masyarakat.
Sementara itu, Muhammad Soleh Mubin mendorong para penyuluh untuk memperluas kerja sama dengan berbagai pihak. Menurutnya, program Kementerian Agama akan semakin berdampak apabila dibangun melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan program Pemerintah Daerah seperti Sekolah Kalih Ngaji.
Ia juga mendorong adanya perjanjian kerja sama (PKS) dengan berbagai pihak serta mengingatkan para penyuluh untuk menjaga kekompakan dan tidak membangun sekat antarsesama.
“Jangan membuat kelas-kelas di antara teman-teman penyuluh. Kita harus bekerja bersama agar program yang dilakukan memberikan dampak yang lebih luas,” pesannya.
Melalui Ngopi Arabika, Pokjaluh Kabupaten Temanggung diharapkan semakin solid dalam menjalankan program kepenyuluhan, meningkatkan kapasitas penyuluh, serta menghadirkan layanan keagamaan yang semakin adaptif dan berdampak bagi masyarakat. (al)




