Temanggung (Humas) – Kementerian Agama Kabupaten Temanggung terus mendorong pengembangan layanan yang lebih mudah diakses sekaligus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam rapat presentasi kebaruan NGOPI ARABIKA yang dilaksanakan di Aula B Kankemenag Kabupaten Temanggung, Kamis (13/8/2026).
Rapat dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung Muhammad Soleh Mubin, Kasubbag Tata Usaha Sukron Wahid, seluruh Kepala Seksi dan Penyelenggara, serta admin dari setiap satuan kerja di lingkungan Kankemenag Temanggung.
Dalam arahannya, Muhammad Soleh Mubin menyampaikan bahwa setiap gerak dan langkah Kementerian Agama senantiasa mendapat perhatian dari masyarakat. Karena itu, NGOPI ARABIKA diharapkan menjadi ruang untuk menerima masukan sekaligus mendorong perubahan pola kerja agar semakin memberikan dampak.
“NGOPI ARABIKA diharapkan menjadi satu masukan, satu inspirasi untuk mengubah langkah dan pola kerja menjadi lebih berdampak,” ujarnya.
Menurutnya, aspirasi, kritik, dan saran masyarakat perlu diproses dan diolah secara internal melalui kebijakan dan langkah kerja Kementerian Agama. Proses tersebut diibaratkan seperti me-roasting biji kopi, yakni mengolah aspirasi menjadi sesuatu yang nantinya dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pengembangan NGOPI ARABIKA diarahkan agar semakin mobile friendly, sehingga lebih mudah digunakan masyarakat melalui telepon seluler. Selain menyediakan layanan, NGOPI ARABIKA juga dikembangkan sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan saran, ide, dan gagasan kepada Kementerian Agama.
Konsep tersebut tercermin dalam identitas NGOPI ARABIKA. Cangkir menjadi simbol wadah untuk menerima permintaan layanan, kritik, dan saran. Sementara biji kopi menggambarkan aspirasi masyarakat yang diolah melalui proses kerja Kementerian Agama untuk menghasilkan layanan yang lebih baik.
Pengembangan inovasi ini juga diarahkan untuk menyederhanakan proses layanan dengan mengedepankan kemudahan, aplikatif, dan dapat digunakan oleh masyarakat secara lebih luas. Dua uap pada konsep logo menggambarkan layanan prima dan layanan yang berdampak.
Muhammad Soleh Mubin menegaskan bahwa pengembangan NGOPI ARABIKA harus tetap berjalan dalam koridor besar kebijakan Kementerian Agama. Ia berharap seluruh jajaran memiliki komitmen yang sama untuk menghadirkan layanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui pengembangan NGOPI ARABIKA, Kankemenag Temanggung berupaya membangun pola pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga membuka ruang partisipasi publik sehingga aspirasi masyarakat dapat menjadi bagian dari proses perbaikan layanan dan tata kelola Kementerian Agama. (al)




