Temanggung (Humas) – Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah diharapkan tidak sekadar menjadi perubahan dalam pembelajaran, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap pembentukan karakter dan kesiapan siswa menghadapi tantangan kehidupan. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Muhammad Soleh Mubin, saat membuka Pelatihan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Parakan, Kledung, dan Bansari, di Pondok Lesehan Kampoeng Sawah, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 66 peserta dari 15 madrasah. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni 1 September untuk guru Fase A (kelas 1-2), 8 September untuk guru Fase B (kelas 3-4), dan 15 September untuk guru Fase C (kelas 5-6).
Kegiatan dihadiri Kepala Kankemenag Temanggung Muhammad Soleh Mubin, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Agus Latif, Pengawas Madrasah Sriyatun, serta Kepala MIN 2 Temanggung, Nur Makhsus. Dalam kegiatan tersebut, Sriyatun dan Nur Makhsus hadir sebagai narasumber.

Mewakili Ketua Panitia, Muhammad Zaidi menyampaikan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak dalam pelaksanaan kegiatan. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan tambahan ilmu dan keberkahan bagi para peserta. Menurutnya, guru harus terus belajar dan mengembangkan kompetensi, salah satunya melalui kegiatan pelatihan.
“Jangan berhenti mencari ilmu. Semoga kegiatan ini menjadi tambahan berkah dan ilmu bagi kita semua,” ujarnya.
Dalam arahannya, Muhammad Soleh Mubin menekankan pentingnya pemahaman guru terhadap psikologi dan karakter anak, khususnya siswa kelas 1 dan 2 yang berada pada tahap perkembangan awal. Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi dasar agar pembelajaran yang diberikan sesuai dengan karakter dan kebutuhan peserta didik sehingga memberikan dampak yang optimal.
“Kita harus melihat karakter anak, sehingga pendidikan yang diberikan benar-benar berdampak. Guru kelas 1 dan 2 harus memahami psikologi anak karena mereka masih berada pada fase yang sangat penting dalam perkembangan,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa KBC merupakan inovasi yang mengintegrasikan nilai cinta dalam proses pendidikan. Implementasinya diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berdampak nyata melalui perubahan pembelajaran dan perlu disertai monitoring serta evaluasi.
“Pastikan implementasi ini berdampak. Harus ada perubahan dan harus menjadi motor perubahan,” tegasnya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kankemenag Temanggung dan ditutup dengan pembacaan doa oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Agus Latif. (al)




