Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
  • Beranda
  • Tugas dan Fungsi
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Sejarah
    • Rencana Strategis
    • Perjanjian Kinerja
    • Rencana Kinerja Tahunan
    • Laporan Kinerja
  • Layanan
    • SIPPN
    • Brosur Layanan
    • Layanan Kepegawaian
      • Cuti
      • Pensiun
      • Tugas Belajar
      • Kenaikan Pangkat Regular
      • Pencantuman Gelar
    • Pendidikan
    • Penyelenggara Katolik
      • Surat Rekomendasi
      • Permohonan Rohaniwan
  • Berita
    • Sub Bagian Tata Usaha
    • Seksi Pendidikan Madrasah
    • Seksi Pendidikan Agama Islam
    • Seksi Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Seksi Bimbingan Masyarakat Islam
    • Seksi Penyelenggaraan Haji Dan Umroh
    • Penyelenggara Zakat Dan Wakaf
    • Penyelenggara Buddha
    • Penyelenggara Katolik
  • Unit Kerja
    • Madrasah
    • KUA
    • Penyelenggara Katolik
  • Kontak
  • gandem.id
29 Agustus 2026
  • Beranda
  • Tugas dan Fungsi
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Sejarah
    • Rencana Strategis
    • Perjanjian Kinerja
    • Rencana Kinerja Tahunan
    • Laporan Kinerja
  • Layanan
    • SIPPN
    • Brosur Layanan
    • Layanan Kepegawaian
      • Cuti
      • Pensiun
      • Tugas Belajar
      • Kenaikan Pangkat Regular
      • Pencantuman Gelar
    • Pendidikan
    • Penyelenggara Katolik
      • Surat Rekomendasi
      • Permohonan Rohaniwan
  • Berita
    • Sub Bagian Tata Usaha
    • Seksi Pendidikan Madrasah
    • Seksi Pendidikan Agama Islam
    • Seksi Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Seksi Bimbingan Masyarakat Islam
    • Seksi Penyelenggaraan Haji Dan Umroh
    • Penyelenggara Zakat Dan Wakaf
    • Penyelenggara Buddha
    • Penyelenggara Katolik
  • Unit Kerja
    • Madrasah
    • KUA
    • Penyelenggara Katolik
  • Kontak
  • gandem.id
Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
Kemenag Temanggung
Beranda Seksi Bimbingan Masyarakat Islam

Isilah Masa Muda dengan Prestasi, Hindari Pernikahan Dini

oleh admin
Oktober 26, 2022
Dalam Kategori Seksi Bimbingan Masyarakat Islam
Durasi Membaca: 3 Menit
A A
0
Isilah Masa Muda dengan Prestasi, Hindari Pernikahan Dini

Temanggung– Dalam rangka mengisi kegiatan TMMD di Desa Blimbing Kecamatan Kandangan,  Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Thowaf menyampaikan Sosialisasi pencegahan nikah dini dan nikah siri, Kamis (20/7) dengan peserta warga Desa Blimbing Kecamatan Kandangan.

Dalam materinya Kasi Bimas Islam, Thowaf, M.Ag mensosialisasikan UU Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan bagi remaja di wilayah Desa Blimbing. Upaya ini terus digalakkan mengingat rentannya para remaja / pelajar putus sekolah karena pernikahan dini dan dibawah umur.

Pernikahan dini dan dibawah umur ini sebagian besar karena dampak dari pergaulan bebas yang melanda usia remaja. Akibatnya pernikahan yang tidak dibarengi dengan kesiapan mental dan kematangan pola fikir mengakibatkan perceraian.

Kementerian Agama sebagai pelaksana pencatatan nikah dan pembinaan Keluarga Sakinah berupaya mensosialisasikan pencegahan pernikahan dini dan dibawah umur ini. “Dalam materinya, Thowaf menyampaikan kepada para remaja untuk menggunakan masa remajanya dengan sekolah atau kegiatan prestatif dan menggapai masa depan lebih baik, kebanggaan orang tua adalah bila anak- anaknya mampu berhasil dimasa depan dan memiliki prestasi yang baik,” tuturnya.

Selain diberikan pemahaman tentang makna dan tanggung jawab makna pernikahan, para remaja, diberi pesan “ Isilah masa muda dengan prestasi, hindari pernikahan dini dan pernikahan dibawah umur agar ketika mencapai usia nikah dapat mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah,” imbuhnya.

Selanjutnya Thowaf menyampaikan tentang pernikahan siri.  Pernikahan siri sering diartikan oleh masyarakat umum dengan, Pertama : pernikahan tanpa wali. Pernikahan semacam ini dilakukan secara rahasia (siri) dikarenakan pihak wali perempuan tidak setuju, atau karena menganggap absah pernikahan tanpa wali, atau hanya karena ingin memuaskan nafsu syahwat belaka tanpa mengindahkan lagi ketentuan-ketentuan syariat.

Kedua, pernikahan yang sah secara agama namun tidak dicatatkan dalam lembaga pencatatan negara. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang tidak mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan sipil negara. Ada yang karena faktor biaya, alias tidak mampu membayar administrasi pencatatan; ada pula yang disebabkan karena takut ketahuan melanggar aturan yang melarang pegawai negeri nikah lebih dari satu; dan lain sebagainya.

Ketiga, pernikahan yang dirahasiakan karena pertimbangan-pertimbangan tertentu; misalnya karena takut mendapatkan stigma negatif dari masyarakat yang terlanjur menganggap tabu pernikahan siri; atau karena pertimbangan-pertimbangan rumit yang memaksa seseorang untuk merahasiakan pernikahannya.

Akan tetapi, pernikahan siri sebetulnya sah menurut agama, hanya saja tidak dicatat dalam buku catatan nikah Negara. Jadi, menurut Negara, nikah siri adalah hal yang salah dan tidak dibenarkan karena akan mengakibatkan kerugian bagi istri dan anak.

Istri yang ditinggal lari oleh suami, tidak bisa menuntut sang suami ke pengadilan, karena tidak ada bukti yang sah mengenai pernikahan mereka. Secara otomatis, istri tidak bisa melakukan apapun dalam perbuatan hukum, termasuk waris dan status di KTP.

Bagi anak, jelas sangat merugikan sekali, anak hasil pernikahan siri tidak akan mendapatkan akta lahir, yang akan di pergunakan selama dia hidup. Anak hasil pernikahan siri rata-rata tidak bisa sekolah, karena pasti akan diminta akta kelahirannya. Lalu anak juga tidak bisa mewarisi harta kekayaan sang ayah secara hukum, karena tidak ada bukti otentik tentang kelahiran sang anak, yang memuat nama orang tuanya.

Alasan lain yaitu mudahnya proses nikah siri. Mereka hanya membutuhkan penghulu, wali dan saksi tanpa ada kepastian apakah penghulu, wali dan saksi tersebut adalah benar-benar asli. Biasanya mereka hanya mendatangkan orang-orang terdekat mereka dan mengatakan bahwa mereka adalah wali atau saksi dari mempelai, urainya.

Dari uraian diatas Thowaf mengatakan dapat diambil kesimpulan, sebagai berikut : Pernikahan siri dalam arti melaksanakan pernikahan secara benar menurut ketentuan agama (Islam) namun tidak diawasi dicatat oleh instansi yang berwenang harus dihindari karena adanya madlorot yang menyertainya, Alasan yang mendasari masyarakat melaksanakan pernikahan siri antara lain karena alasan ekonomis, birokratis, tradisi dan agama. Namun Pernikahan Siri yang mereka lakukan kebanyakan hanya bersifat sementara saja, Solusi yang dapat dilakukan dalam menghadapi Pernikahan Siri di masyarakat dapat dilakukan dengan upaya preventif dengan menunjukkan dampak negatif pernikahan siri, upaya kuratif dengan mengajukan itsbat di Pengadilan Agama dan upaya antisipatif dengan mengubah ketentuan undang-undang melalui mekanisme legislative, pungkasnya.(sr)

ShareTweetSend
Artikel Sebelumnya

MAN Temanggung Juara I Pidato Bahasa Inggris Putra

Artikel Selanjutnya

Karom Karu Perlu Pendalaman Tugas dan Pembekalan Secara Komprehensif

Artikel Terkait

Kepala Kantor Kemenag Temanggung Tinjau Progres Pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Jumo
Berita

Kepala Kantor Kemenag Temanggung Tinjau Progres Pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Jumo

oleh adminweb
13 Agu 2026
0

TEMANGGUNG – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Temanggung, H. Muhammad Soleh Mubin, melakukan monitoring langsung ke lokasi pembangunan Kantor Urusan...

Selanjutnya
Tinjau KUA Berbatasan dengan Kendal, Kakankemenag Temanggung Minta Keunggulan Lokasi Dimaksimalkan

Tinjau KUA Berbatasan dengan Kendal, Kakankemenag Temanggung Minta Keunggulan Lokasi Dimaksimalkan

13 Agu 2026
KUA Parakan Gelar Bimbingan Perkawinan, Bekali Calon Pengantin Kesehatan hingga Manajemen Keuangan

KUA Parakan Gelar Bimbingan Perkawinan, Bekali Calon Pengantin Kesehatan hingga Manajemen Keuangan

13 Agu 2026
Jejak Sejarah 1897 Ditemukan: Kakankemenag Temanggung Apresiasi Pengelolaan Arsip Kuno KUA Candiroto

Jejak Sejarah 1897 Ditemukan: Kakankemenag Temanggung Apresiasi Pengelolaan Arsip Kuno KUA Candiroto

13 Agu 2026

Artikel Terbaru

Tabur Bunga di Makam Para Pejuang Awal Kemerdekaan RI

Tabur Bunga di Makam Para Pejuang Awal Kemerdekaan RI

Agustus 16, 2026
TPQ An-Nuur MIN 2 Temanggung Gelar Haflah Khotmil Qur’an ke-1 dengan Metode Qiroati

TPQ An-Nuur MIN 2 Temanggung Gelar Haflah Khotmil Qur’an ke-1 dengan Metode Qiroati

Agustus 16, 2026
Lebih Dari Sekedar Lomba, MTs Negeri 1 Temanggung Peringati HUT RI dan Hari Pramuka Dengan Penuh Suka Cita

Lebih Dari Sekedar Lomba, MTs Negeri 1 Temanggung Peringati HUT RI dan Hari Pramuka Dengan Penuh Suka Cita

Agustus 16, 2026
Semangat Pramuka Membara, MIN 1 Temanggung Peringati Hari Pramuka ke-65

Semangat Pramuka Membara, MIN 1 Temanggung Peringati Hari Pramuka ke-65

Agustus 16, 2026

Copyright © 2025 Kantor Kemenag Kab. Temanggung.

Tidak ada Hasil
Tampilkan Semua Hasil
  • Beranda
  • Tugas dan Fungsi
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Sejarah
    • Rencana Strategis
    • Perjanjian Kinerja
    • Rencana Kinerja Tahunan
    • Laporan Kinerja
  • Layanan
    • SIPPN
    • Brosur Layanan
    • Layanan Kepegawaian
      • Cuti
      • Pensiun
      • Tugas Belajar
      • Kenaikan Pangkat Regular
      • Pencantuman Gelar
    • Pendidikan
    • Penyelenggara Katolik
      • Surat Rekomendasi
      • Permohonan Rohaniwan
  • Berita
    • Sub Bagian Tata Usaha
    • Seksi Pendidikan Madrasah
    • Seksi Pendidikan Agama Islam
    • Seksi Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren
    • Seksi Bimbingan Masyarakat Islam
    • Seksi Penyelenggaraan Haji Dan Umroh
    • Penyelenggara Zakat Dan Wakaf
    • Penyelenggara Buddha
    • Penyelenggara Katolik
  • Unit Kerja
    • Madrasah
    • KUA
    • Penyelenggara Katolik
  • Kontak
  • gandem.id

© 2025 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.
Skip to content