Temanggung (Humas) – Tim dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin oleh Ahmad Ridlourroman didampingi dari Bimas Kankemenag Temanggung, Muhamad Yusuf, melakukan kunjungan kerja ke Masjid Baitul Muttaqien, Dusun Sepikul, Desa Mojotengah, Kecamatan Kedu, Rabu (23/7/2025).
Kunjungan kerja tersebut dalam rangka meninjau langsung atau monitoring dan evaluasi tata kelola perpustakaan masjid. Peninjauan ini mencakup aspek koleksi buku, sistem peminjaman, keterlibatan jemaah, serta kegiatan literasi keagamaan yang telah berjalan secara aktif di lingkungan masjid.
Dalam kesempatan tersebut Ahmad Suadi selaku pengelola perpustakaan, yang juga sebagai penyuluh Agama KUA Kec. Kedu, memaparkan sejumlah program unggulan yang telah dilaksanakan. Diantaranya, Pojok Baca Anak yang ditujukan untuk mengenalkan budaya membaca sejak dini kepada anak-anak, serta gerakan literasi bagi wali murid PAUD yang secara rutin diarahkan untuk memanfaatkan koleksi perpustakaan masjid saat menunggu anak.
Lebih lanjut, ia menjelaskan rencana pengembangan program Jum’at Berkah, yang tidak hanya menyediakan makan bersama usai salat Jum’at, tetapi juga akan dilengkapi dengan kegiatan membaca bersama di perpustakaan.
“Program ini bertujuan menghidupkan kembali semangat membaca di kalangan jemaah, khususnya kaum laki-laki yang aktif hadir dalam salat Jumat,“ jelasnya.
Sementara Tim Kanwil Kemenag Prov. Jateng mengapresiasi inisiatif Masjid Baitul Muttaqien dalam memanfaatkan ruang ibadah sebagai pusat kegiatan literasi yang bermanfaat. Hal ini dinilai sejalan dengan program nasional peningkatan literasi keagamaan berbasis masjid yang tengah digalakkan oleh Kementerian Agama.
“Keberadaan perpustakan di masjid sangat penting, karena hal tersebut untuk mendorong dan memberikan motivasi bagi generari penerus untuk menjadi generasi yang berilmu dan bertanggungjawab,” ujarnya.
Dengan kunjungan ini, diharapkan pengelolaan perpustakaan masjid dapat menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain di wilayah Kedu, bahkan di tingkat Provinsi, sebagai model integrasi antara fungsi ibadah dan edukasi dalam satu lingkungan yang harmonis. “Semoga dengan adanya kunjungan ini dapat memberikan motivasi bagi pengelola perpustakan masjid untuk meningkatkan dan mengelola dengan baik,” harapnya. (as)








