Temanggung (Humas) – Kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) oleh KUA Kedu berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Bertempat di aula KUA Kedu, kegiatan ini diikuti oleh 10 pasang atau 20 calon pengantin yang datang dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Kedu. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala KUA Kedu yang pada kesempatan ini diwakili oleh Ahmad Suadi, Rabu (03/12/2025).
Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya bekal pengetahuan bagi pasangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga agar tercipta keluarga yang kuat, sehat, harmonis dan SAMAWA dunia Akherat.
“Program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang bersinergi dengan lembaga kesehatan, seperti Puskesmas, untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan tangguh. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan ketahanan keluarga dan menekan angka stunting di Indonesia,” ujarnya.
“Program “Binwin Sinergi Kesehatan Dan Ketahanan Keluarga” (atau lebih umum disebut Bimwin) bertujuan untuk membekali calon pengantin dengan pengetahuan holistik, mencakup aspek agama, kesehatan, dan sosial, “ imbuhnya.
Melalui sinergi ini, diharapkan pasangan yang menikah siap secara fisik dan mental untuk membangun rumah tangga yang harmonis dan berkualitas, serta melahirkan generasi penerus yang sehat.
Sesi materi pertama disampaikan oleh Kepala Puskesmas Kedu, dr. Arif Kurniawan, dengan topik kesehatan reproduksi, gizi keluarga, serta pengetahuan penataan ruangan keluarga. Beliau menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi yang baik menjadi fondasi awal kehidupan rumah tangga, termasuk bagaimana pasangan mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Selain itu, pola gizi seimbang bagi keluarga juga menjadi perhatian penting untuk mewujudkan generasi yang sehat.
dr. Arif turut memberikan tips sederhana tentang penataan ruang dalam rumah agar tercipta suasana nyaman dan mendukung interaksi keluarga.
Materi kedua disampaikan oleh Saidatun Musjarofah, Penyuluh Agama Fungsional KUA Kec. Kedu dengan tema keluarga sakinah, pengelolaan konflik keluarga, serta meramu masa depan keluarga.
Dalam paparannya, Saidatun menekankan bahwa membangun keluarga sakinah membutuhkan komunikasi yang baik, kemampuan memahami perbedaan, serta kesadaran untuk saling mendukung satu sama lain. Beliau juga memberikan strategi praktis dalam mengelola konflik agar tidak berkembang menjadi masalah besar. Di akhir kegiatan, dua peserta yaitu Ahmad Saru Sofa dan Devika Maharani dari Sambung Mergowati memberikan testimoni. Mereka menyampaikan bahwa Bimwin ini sangat bermanfaat dan membuat mereka lebih memahami cara menghadapi perbedaan pasangan. Keduanya mengapresiasi kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih karena merasa mendapatkan bekal penting sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. (hms)








