Temanggung – Dalam upaya untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia dan bulan Oktober indentik dengan Bulan Bahasa bagi bangsa Indonesia. Dimana Bahasa Indonesia menjadi alat pemersatu dan perekat bangsa serta bulan Oktober sebagai bulan bahasa, karena merujuk pada sejarah bangsa, pada bulan ini tepatnya tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda dan ditetapkan pula sebagai bahasa resmi yang digunakan untuk bermasyarakat, yakni Bahasa Indonesia. MTs Negeri 1 Temanggung tidak ketinggalan dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-91 Tahun 2019 sekaligus Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2019 dengan mengadakan dua kegiatan yaitu : Upacara Bendera dan Perlombaan.
Pada Upacara Bendera kali ini sangat istimewa karena dihadiri R. Heri Ibnu Wibowo, Wakil Bupati Temanggung Periode Tahun 2018-2023 dan beliau bertindak selaku pembina upacara. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2019 diselenggarakan bukan hanya untuk memperingati 91 tahun Sumpah Pemuda, melainkan untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia, serta bertekad memelihara semangat dan meningkatkan peran masyarakat luas dalam menangani masalah bahasa dan sastra.
Beliau menyemangatkan peserta upacara dengan yel-yel “semangat pagi”, sekaligus meminta kepada pemimpin upacara untuk memimpin yel-yel milik MTs Negeri 1 Temanggung. Disamping itu beliau juga mengajak anak-anak didik untuk disiplin ketika mengikuti upacara bendera misalnya dalam pemakaian topi, meningkatkan kedisiplinan baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan. “Anak-anak bisa menjadi penerus bangsa yang tanggap dengan perubahan dan tantangan zaman, oleh karena itu persiapkan diri kalian dengan kedisiplinan,” harapnya
Terkait dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini dan hari-hari besar lainnya, pemerintah menginginkan peristiwa-peristiwa tersebut menjadikan motivasi bagi generasi muda untuk bisa menghayati, bisa memahami, bisa meneruskan cita-cita para pendiri bangsa ini. Generasi muda baginya harus ada semangat nasionalisme, ada semangat patriotisme, ada semangat mencintai bangsa dan negara, serta semangat untuk bisa berkorban demi kejayaan bangsa dan negara ini.
Sementara Wakil Kepala bidang Kesiswaan, Muhammad Aris, telah merancang jenis-jenis lomba yang diikuti oleh peserta didik kelas tujuh hingga kelas sembilan. Uniknya jenis lomba yang dipertandingkan tidak hanya Bahasa Indonesia melainkan juga bahasa-bahasa lain yang diajarkan di kurikulum madrasah yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Jawa yang merupakan muatan lokal Jawa Tengah. Tiga bahasa yang dipertandingkan itu bertujuan untuk memunculkan bakat-bakat belia dan mengasah kemampuan berbahasa di luar jam pelajaran di kelas.” Kedepan anak-anak untuk selalu menjaga dan melestarikan warisan budaya Jawa terutama Bahasa Jawa, agar nantinya anak-anak bisa berbahasa Jawa dengan benar,“ tutupnya.(sr)