Temanggung (Humas) – Kementerian Agama Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan penyerahan arsip statis berupa register nikah tua tahun 1897, 1898 dan 1949 dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Kepala Kankemenag, H. Fatchur Rochman didampingi Kepala KUA Kec. Cadiroto, Ahmad Edy Maskuri dan Penghulu KUA Kec. Candiroto, Akhmad Fauzan hadir pada acara tersebut untuk menerima Penghargaan. Acara berlangsung di Auditorium H. M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Penyerahan arsip bersejarah ini dilakukan langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., kepada Kepala ANRI, Dr. Mego Pinandito, M.Eng.
Sebagai salah satu bentuk nyata penguatan kolaborasi antar lembaga, kegiatan ini mengusung tema “Menjaga Memori, Mengukir Prestasi: Harmoni Kementerian Agama dan ANRI dalam Penguatan Tata Kelola Kearsipan Nasional.”
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama juga menyerahkan piagam penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berperan aktif dalam penyelamatan dan pelestarian arsip bernilai guna tinggi. Penghargaan diberikan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, H. Saiful Mujab, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Temanggung, H. Fatchur Rahman, Kepala KUA Kecamatan Candiroto, Achmad Edy Maskuri
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas upaya penyelamatan arsip yang memiliki nilai penting dalam pertanggungjawaban kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Arsip register nikah kuno ini menjadi bukti autentik perjalanan sejarah administrasi keagamaan sekaligus warisan dokumenter yang harus dijaga kelestariannya.
Dalam sambutannya, Menteri Agama mengungkapkan pentingnya pengelolaan arsip yang profesional sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
“Arsip bukan sekadar tumpukan dokumen, tetapi cermin perjalanan lembaga dan bangsa. Pengelolaan arsip yang baik menunjukkan komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan kebijakan publik,” ujar Menag. Acara diakhiri dengan foto bersama serta penegasan komitmen kolaboratif untuk meningkatkan penyelamatan arsip bernilai sejarah di lingkungan Kementerian Agama. (fau)








