Temanggung (Humas) – Sebanyak 56 pegawai Kementerian Agama mengikuti pembukaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II yang dilaksanakan secara serentak secara nasional melalui Zoom Meeting pada Selasa (18/8/2026). Peserta terdiri atas PPPK Tahap II, PPPK Paruh Waktu, dan PPPK hasil optimalisasi.
Pembukaan orientasi dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Muhammad Soleh Mubin, serta Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Sasmito.
Sasmito dalam penyampaiannya menjelaskan bahwa MOOC tidak sekadar menjadi tahapan dalam orientasi, tetapi juga sarana untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi para peserta.
“Tujuan MOOC ini adalah memberikan ilmu dan bekal bagi kita untuk menjadi pegawai yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kankemenag Temanggung, Muhammad Soleh Mubin, memberikan arahan kepada seluruh peserta agar memahami bahwa status sebagai pegawai pemerintah membawa konsekuensi berupa tanggung jawab, kedisiplinan, dan komitmen terhadap organisasi.
Ia menegaskan bahwa penugasan sebagai PPPK akan memiliki tuntutan dan tanggung jawab yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Para pegawai juga dituntut untuk menaati ketentuan jam kerja, menyelesaikan tugas dengan baik, serta siap menerima tugas tambahan sesuai kebutuhan organisasi.
Muhammad Soleh Mubin juga menekankan pentingnya membangun kebersamaan di lingkungan Kementerian Agama. Ia meminta agar tidak ada sekat di antara pegawai, baik berdasarkan status kepegawaian maupun latar belakang penugasan.
“Jangan ada sekat apa pun. Kita semua adalah keluarga besar Kementerian Agama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk terus belajar dan memahami tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Setiap pegawai, lanjutnya, akan memiliki tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan, termasuk melalui penyusunan dan pelaporan kinerja.
Menutup arahannya, Muhammad Soleh Mubin mengingatkan bahwa setiap pegawai memiliki peluang untuk menjadi pemimpin. Karena itu, sejak awal harus dibangun kesadaran bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban.
“Setiap kalian akan menjadi pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban,” pungkasnya. (al)





