Temanggung (Humas) – Tim SEPIJAR Pokjaluh Kabupaten Temanggung berkolaborasi dengan BRUS KUA Kecamatan Kranggan, mengadakan dua agenda utama yang diselenggarakan secara bersamaan dan diikuti ratusan siswa dengan penuh antusias. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Modern Assalam, Selasa (03/03/2026).
Program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) diikuti oleh 113 siswa putra dan putri tingkat MTs, sementara kegiatan SEPIJAR (Sekolah Pencegahan Pernikahan Pelajar) diikuti oleh 54 siswa putra dan putri Madrasah Aliyah. Kedua kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membina generasi muda agar memiliki ketahanan diri, pemahaman agama yang kuat, serta kesiapan menghadapi tantangan zaman.
Pada kegiatan BRUS, sesi pertama mengangkat tema “Remaja yang Sehat” atau “Mengenali Diri”. Materi ini difokuskan pada pembentukan karakter remaja yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual. Para siswa diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan diri, membangun akhlak Islami, serta mengenali potensi dan bakat yang Allah anugerahkan. Selain itu, pembahasan juga menyinggung tantangan remaja masa kini, termasuk isu pernikahan dini, pergaulan bebas, serta pentingnya membangun konsep diri sebagai remaja Qur’ani yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Melalui pendekatan dialogis, siswa diajak menyadari bahwa masa remaja adalah fase persiapan menuju masa depan yang gemilang, bukan masa untuk tergesa-gesa mengambil keputusan besar tanpa kesiapan matang.
Sementara itu, dalam sesi SEPIJAR, para siswa Madrasah Aliyah diajak berdiskusi kelompok untuk memahami masa pubertas sebagai fase penting dalam kehidupan remaja. Materi yang disampaikan meliputi konsep fitrah dalam perkembangan remaja, tanda-tanda pubertas pada laki-laki dan perempuan, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, serta berbagai tantangan yang dihadapi remaja dan cara menyikapinya sesuai dengan nilai-nilai agama Islam.
Suasana diskusi berlangsung aktif dan hangat. Para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga merefleksikan perubahan yang mereka alami sebagai bagian dari proses menuju kedewasaan.
“Pubertas adalah gerbang pertama menuju kedewasaan jiwa, saat hati berdebar oleh perubahan dan pikiran mencari arah. Dalam munajat, remaja belajar jujur pada Allah tentang takut, suka dan perasaan. Seperti cahaya yang tumbuh dari hati yang mengenal dirinya, komitmen menjaga diri sambil bertumbuh,” ujar Nisa selaku fasilitator SEPIJAR.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk menjaga tanggung jawab terhadap diri sendiri, menghormati proses pertumbuhan, serta bertekad menjadi generasi yang sehat, berakhlak, dan berdaya. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik setelah arahan dan penguatan dari Penyuluh Agama Fungsional KUA Kranggan, Mahsun yang menegaskan pentingnya pembinaan remaja berbasis nilai keagamaan dan pendampingan yang berkelanjutan.
Pimpinan Pondok Modern Assalam Kranggan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Jazakumullah kepada tim SEPIJAR dan BRUS KUA Kranggan. Semoga ke depan dapat terus terjalin kerja sama yang baik dalam membina generasi muda,” ujarnya. Melalui kolaborasi ini, diharapkan para remaja semakin memahami fase perkembangan dirinya, mampu menjaga kehormatan dan kesehatan diri, serta tumbuh menjadi pribadi yang matang secara fisik, emosional, dan spiritual.(n)








