Temanggung (Humas) – Dalam rangka memperkuat akurasi data umat dan meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Petrus Rudiatmoko bersama Penyuluh Agama Katolik melakukan kunjungan kerja ke Pastoran Paroki Santo Isidorus Sukorejo, Selasa (28/4/2026).
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Pastor Paroki St. Isidorus Sukorejo, Romo Tarcisius Puspodianto, SJ. Pertemuan ini fokus pada pembahasan mengenai sinkronisasi data umat yang berada di wilayah perbatasan administratif dan teritorial gereja.
Salah satu poin utama dalam kunjungan tersebut adalah koordinasi mengenai umat di Wilayah Ngaliyan. Secara administratif pemerintahan, wilayah Ngaliyan masuk ke dalam cakupan Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung, namun secara teritori pelayanan gerejawi, wilayah ini berada di bawah naungan Paroki St. Isidorus Sukorejo, dimana Wilayah Ngaliyan terdapat 9 lingkungan.
Petrus Rudiatmoko menyampaikan bahwa koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh umat di wilayah tersebut tetap terdata dengan baik di Kementerian Agama Kabupaten Temanggung meskipun pelayanan pastoralnya dilakukan oleh paroki di luar wilayah administrasi Temanggung.
“Sinkronisasi data ini sangat penting bagi Kankemenag Kab. Temanggung untuk memastikan akurasi jumlah umat Katolik di wilayahnya, meskipun secara pastoral mereka dilayani oleh paroki yang secara geografis berada di Sukorejo,” ujarnya.
Selain masalah data, Romo Tarcisius Puspodianto, SJ juga memberikan perhatian khusus pada aspek pendidikan. Beliau menyoroti pentingnya pelayanan pelajaran Agama Katolik bagi murid-murid yang menempuh pendidikan di sekolah negeri.
Romo Tarcisius berharap ada kolaborasi yang lebih erat antara pihak Gereja dan Kemenag untuk memastikan hak-hak spiritual para siswa di sekolah negeri terpenuhi, termasuk penyediaan tenaga pendidik atau guru agama yang memadai bagi mereka.
“Kami mengapresiasi atas kunjungan ini, terkait data umat sinergi ini memastikan bahwa umat di wilayah perbatasan, khususnya anak-anak sekolah, tetap mendapatkan pelayanan iman yang terbaik,” ujarnya. Kegiatan anjangsana ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi intensif guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Katolik di wilayah perbatasan tersebut.(r)








