Temanggung (Humas) – Dalam rangka melaksanakan penyelarasan program pelayanan keagamaan Katolik, Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung melakukan kunjungan ke Biara Pertapaan Santa Maria Rawaseneng, Jumat (27/3/2026).
Kegiatan ini dipimpin oleh Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Petrus Rudiatmoko, sebagai bagian dari upaya menjaga keselarasan arah pelayanan keagamaan Katolik di wilayah Kabupaten Temanggung. Kehadiran rombongan diterima oleh Romo Daniel Naruh, OCSO, yang menjalani kehidupan religius dalam semangat doa, keheningan, dan kerja sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan.
Dalam pertemuan yang berlangsung sederhana dan penuh ketenangan khas kehidupan pertapaan, dibahas berbagai perspektif pelayanan keagamaan Katolik, khususnya peran pertapaan sebagai pusat spiritualitas yang memberi kedalaman iman bagi umat. Kehidupan para rahib yang berfokus pada doa, kontemplasi dan ritme hidup yang teratur menjadi sumber inspirasi dalam menjaga keseimbangan antara pelayanan aktif dan kehidupan rohani.
Dalam kesempatan tersebut, Petrus Rudiatmoko menyampaikan bahwa keberadaan pertapaan memiliki kekhasan tersendiri dalam kehidupan Gereja, terutama dalam menghadirkan dimensi spiritual yang mendalam bagi umat di tengah dinamika kehidupan modern.
“Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bersama agar arah pelayanan keagamaan tetap berjalan selaras, dengan tetap menghargai kekhasan masing-masing lembaga,” ujarnya.
Sementara itu, Romo Daniel Naruh, OCSO menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa “kehidupan pertapaan, meskipun dijalani dalam keheningan, tetap memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan umat melalui doa dan dukungan spiritual yang terus mengalir.”
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang refleksi bersama mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara pelayanan lahiriah dan kekuatan batiniah dalam kehidupan beriman. Nilai-nilai hidup doa, kesederhanaan dan ketekunan yang dihidupi para rahib menjadi bagian penting dalam memperkaya kehidupan Gereja secara keseluruhan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan pentingnya penyelarasan pelayanan keagamaan Katolik dengan tetap menghargai kekhasan setiap lembaga. Melalui komunikasi yang terbuka dan pemahaman bersama, diharapkan pelayanan umat dapat berjalan semakin optimal serta memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan keagamaan di Kabupaten Temanggung.(k/r)








