Temanggung – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, didampingi Kepala Subbag TU dan Kasi Pendidikan Madrasah meninjau stan Madrasah dalam pameran Pendidikan Tahun 2016 yang berlangsung dari tanggal 26-28 Mei 2016 bertempat di halaman Gedung Pemuda & Kebudayaan Kabupaten Temanggung.
Pameran bertujuan sebagai ajang silaturahmi dan komunikasi antar pelaku pendidikan dengan pengguna pendidikan. Dengan mengambil tema “ Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Generasi Emas Dalam Membangun Kreativitas dan Daya Inovasi di Era Globalisasi “. Dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung diwakili oleh MIN Ringinanom Parakan, MTsN Kedu dan MAN Temanggung yang menampilkan hasil kejuaraan dan kreasi siswa, salah satunya adalah hasil kreasi pakaian yang dibuat dari plastik bekas dan mendapat juara I.
Pameran pendidikan dibuka secara resmi oleh Bupati Temanggung, Drs. H. Bambang Sukarno, pada hari Kamis tanggal 26 Mei 2016, yang ditandai dengan penekanan tombol sirine disaksikan pejabat terkait. Dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas diselenggarakannya pameran pendidikan yang dinilai positif untuk memajukan dunia pendidikan. Diungkapkan partisipasai angka pendidikan di Kabupaten Temanggung sampai saat ini baru mencapai 7,1 tahun artinya baru sampai kelas 2 SMP. Selain itu angka pengangguran juga masih tergolong tinggi. “Kedua hal tersebut menjadi keprihatinan kita bersama untuk terus mendorong meningkatkan partisipasi angka pendidikan dan mengurangi angka pengangguran melalui berbagai upaya.Salah satu diantaranya dengan pameran pendidikan seperti saat ini“ ujarnya. Seusai pembukaan dilanjutkan peninjauan stand.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung Darmadi mengatakan pameran pendidikan digelar dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diikuti 65 stand dari berbagai jenjang sekolah. Pameran bertujuan disamping untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi antar para pelaku dunia pendidikan dan pengguna produk pendidikan di Temanggung, juga lebih didominasi oleh stan sekolah-sekolah kejuruan. Hal ini dimaksudkan juga untuk membangun pendidikan nonformal yaitu menghubungkan antara SMK dengan dunia usaha. Diharapkan para pelaku pendidikan kejuruan terus berupaya membekali anak-anak dengan kemampuan kerja yang baik sehingga mereka siap untuk menghadapi persaingan dunia kerja.