Temanggung (Humas) – Sembilan tahun perjalanan pembinaan keagamaan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bulu bersama masyarakat Karangwetan, Desa Ngimbrang, Kecamatan Bulu, Temanggung, diperingati melalui Pengajian Akbar di Masjid Al Huda, Jumat (18/9/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 120 jamaah tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas keberlangsungan pembinaan yang telah berlangsung sejak 2017 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran Majelis Taklim dalam kehidupan keagamaan masyarakat.
Perjalanan tersebut berawal dari Program UMMAT yang dirintis oleh Ibu Hj. Saidatun pada tahun 2017. Melalui pendampingan dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bulu, program tersebut berkembang menjadi Majelis Taklim yang hingga kini tetap aktif. Keberlangsungan kegiatan ini menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan yang dilakukan secara konsisten dapat tumbuh menjadi wadah kebersamaan, pembelajaran agama, serta kegiatan sosial keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Kepala KUA Kecamatan Bulu, H. Zunaeni, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya memakmurkan masjid melalui kegiatan yang memiliki dampak nyata bagi jamaah. Salah satunya melalui Majelis Taklim yang tidak hanya menjadi ruang untuk menambah pengetahuan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan kepedulian sosial. Sementara itu, Kepala Dusun Karangwetan menyampaikan apresiasi atas sinergi masyarakat dengan KUA Kecamatan Bulu yang dinilai memberikan manfaat bagi perkembangan kehidupan keagamaan. Majelis Taklim tersebut juga menjadi satu-satunya wadah pembinaan keagamaan yang berkembang di wilayah Desa Ngimbrang.
Tausiyah dalam Pengajian Akbar disampaikan oleh H. Arsadi dengan tema tentang memaknai usia dan kehidupan. Jamaah diajak menggunakan waktu yang dimiliki untuk melakukan amal yang bermanfaat, karena kehidupan dunia bersifat sementara, sedangkan kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang abadi. (Ns)




