Temanggung (Humas) – Rumah Tahanan (Rutan) Temanggung menjadi lokasi penyelenggaraan pendampingan sertifikasi halal bagi produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dikelola warga binaan perempuan. Pendampingan ini difokuskan pada pengajuan sertifikat halal untuk produk unggulan berupa kripik talas aneka varian, yang dihasilkan melalui program pembinaan kemandirian di dalam rutan.
Kementerian Agama Kabupaten Temanggung menghadirkan Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Maria Ulfa, didampingi FKP3H Umi Khoirun Nisa sebagai pendamping teknis proses sertifikasi halal. Keduanya memberikan bimbingan mengenai standar kehalalan, kebersihan proses produksi, serta prosedur administratif yang harus dipenuhi untuk memperoleh sertifikat halal resmi, Senin (08/12/2025).
Pada kesempatan ini, Maria Ulfa dalam materinya menyampaikan ketentuan syariat Islam terkait Jaminan Produk Halal serta urgensi memastikan proses produksi sesuai standar halal. Ia menegaskan bahwa sertifikasi halal bukan hanya kewajiban regulatif, melainkan menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar.
“Sertifikasi halal adalah nilai tambah bagi produk, sekaligus memberikan jaminan kualitas bagi masyarakat,” tegasnya.
“Kemenag Temanggung akan terus berkomitmen memberikan pendampingan sertifikasi halal dan mendorong UMKM agar semakin maju dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah,” lanjut Maria Ulfa.
Sementara dari pihak Rutan Temanggung, kegiatan disambut baik oleh Taat Eko Suratno selaku Kasubsi Pelayanan Tahanan, serta Dahroni sebagai Petugas Kesehatan (Perawat). Keduanya menegaskan komitmen rutan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan memastikan bahwa produk warga binaan memiliki mutu dan legalitas yang dapat diterima oleh pasar.
Kementerian Agama dan Rutan Temanggung juga membuka peluang kerja sama lanjutan melalui penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) di masa mendatang. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mencakup pendampingan halal, peningkatan kapasitas produksi dan penguatan aspek legalitas usaha bagi warga binaan. Kegiatan berlangsung secara tertib, produktif dan penuh antusiasme, mencerminkan komitmen kedua pihak dalam mendukung pemberdayaan ekonomi warga binaan perempuan serta mendorong lahirnya UMKM rutan yang berdaya saing dan berstandar halal.(sr)








