Temanggung (Humas) – Semangat berprestasi dan membangun karakter mewarnai pelaksanaan Lomba Mata Pelajaran Agama Kristen (MAPAK) tingkat Kabupaten Temanggung jenjang SD, SMP, dan SMA/K Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Jumat (25/9/2026), bertempat di Gereja JKI Shekinah Temanggung. Kegiatan yang diikuti oleh peserta didik dari berbagai sekolah di Kabupaten Temanggung tersebut mempertandingkan empat cabang lomba, yaitu Cerdas Cermat Alkitab, Solo Vokal, Cerita Alkitab, dan Khotbah Singkat.
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah sekolah dan peserta yang mengikuti kegiatan. Pada jenjang SD diikuti oleh 20 sekolah, jenjang SMP sebanyak 20 peserta, sedangkan jenjang SMA/K diikuti oleh 15 sekolah. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Sukron Wahid serta Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Temanggung.

Dalam sambutannya, Sukron Wahid menyampaikan bahwa Lomba MAPAK bukan semata-mata menjadi ajang untuk mencari juara, tetapi juga menjadi sarana untuk mengukur ketercapaian pembelajaran yang telah diterima oleh peserta didik.
“Lomba MAPAK ini menjadi salah satu cara untuk mengukur ketercapaian dari apa yang sudah dipelajari. Namun, kegiatan ini tidak hanya sekadar lomba. Yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini dapat membentuk karakter peserta didik, karena mereka adalah calon-calon pemimpin di masa depan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga kesolidan, kebersamaan, dan kerukunan di tengah keberagaman. Menurutnya, prestasi memang penting, tetapi nilai-nilai karakter, persaudaraan, dan kemampuan untuk hidup rukun juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi masa depan.
Melalui Lomba MAPAK, peserta didik tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik dan bakat, tetapi juga belajar sportivitas, percaya diri, tanggung jawab, kerja sama, dan menghargai peserta lainnya. Kegiatan berlangsung antusias dengan dukungan guru pendamping dan para pendukung. Lomba MAPAK Kabupaten Temanggung Tahun 2026 diharapkan menjadi wadah pengembangan potensi dan pembentukan karakter Kristiani, sekaligus mempererat persaudaraan, kerukunan, serta mendorong lahirnya generasi muda Kristen yang berprestasi dan menjadi teladan di masyarakat.








